Bawa Aku

hands

Pada suatu hari, kita adalah sepasang makhluk pemalu. Maksudku, dua manusia pemalu—memangnya siapa aku memasang-masangkan aku dan kamu? Lalu kita memutuskan untuk mengambil langkah-langkah kecil untuk saling mendekat. Di sana memang ada keyakinan yang besar, tapi ketakutan juga tak begitu saja luput. Ia terus ada mencipta gelisah, sementara tangan kita saling menggenggam dan mencoba untuk melawan semuanya: kita pasti bisa melewati ini.

Katamu, segala sesuatu yang akan dilewati terasa berat. Kemudian aku menjawab ‘semua adalah proses hidup yang harus kita sebrangi’. Tidaklah heran jika kamu selalu meminta pendapatku terlebih dahulu sekedar bertanya ‘menurutmu apakah aku cocok dengan gaun ini?’. Aku yang tak pandai memilih model gaun seperti apa menjadi pura-pura bijak mengatakan ‘kamu terlihat seperti wanita yang tidak biasanya’. Dahimu mengkerut. Aku tahu Read Continue…