Sampai Berjumpa Kembali

Hari-hari terasa sangat lama tanpamu, dan akan kuceritakan semua ini padamu saat aku berjumpa denganmu lagi. Kita telah datang dari tempat jauh untuk memulai semua ini, dan akan kuceritakan semua ini padamu. Saat aku bertemu denganmu lagi. Saat kita berjumpa kembali—pada keadaan yang pernah sama.

Sialnya, siapa yang mengira, orang-orang yang kita jumpai tiap hari, musibah bagi kita. Hal-hal baik yang telah kita lewati. Dan aku akan berdiri disini berbincang denganmu tentang jalan yang lain.

Kau tahu, dulu aku sering suka ngebut di jalan membawamu dan kamu ketakutan sambil tertawa diatas kendaraan putihku. Tapi ada sesuatu yang memberitahuku bahwa ini takkan selamanya nyata untuk kita—harus beralih.

Kini kita melihat hal-hal yang sama dengan cara yang berbeda, itu adalah hari-hari dan tempat yang kita lewati serta kunjungi. Namun siapa sangka aku akan bertemu denganmu lagi dengan keadaan yang jauh berbeda—mungkin di tempat yang lebih baik.

Bagaimana mungkin kita tidak berbicara tentang kita saaat hanya itu yang kita punya?

Bagaimana aku bisa mudah melupakanmu sementara setiap sudut tempat mengingkatkanku pada wajah dan suara merdumu?

Segala yang kulewati, kau berdiri tegar disisiku. Dan sebaliknya. Dan kini kamu kan bersamaku di suatu keadaan yang berbeda. Saling menjauh untuk menjaga—atau barangkali memang Tuhan tak selalu senada dengan harapan kita.

Awalnya, kita berdua bertualang dan getaran itu terasa kuat, dan yang dulunya kecil menjadi sebuah perasaan. Dan ketika sebuah perasaan damai menjadi malapetaka, hanya tempat-tempat yang kita sering kunjungi menjadi kenangan dalam ingatan kita sendiri.

Lampu-lampu dijalan mampu membuatku ingat pada pantulan cahaya di bola matamu. Namun, tampaknya jalanan terasa gelap tanpamu dibelakangku. Maka biarlah cahaya memandu jalanmu. Kudekap kenangan saat kau pergi. Dan setiap jalan yang kamu tempuh akan selalu menuntunmu pulang—pada pekatnya malam.

Iklan

Bawa Aku

hands

Pada suatu hari, kita adalah sepasang makhluk pemalu. Maksudku, dua manusia pemalu—memangnya siapa aku memasang-masangkan aku dan kamu? Lalu kita memutuskan untuk mengambil langkah-langkah kecil untuk saling mendekat. Di sana memang ada keyakinan yang besar, tapi ketakutan juga tak begitu saja luput. Ia terus ada mencipta gelisah, sementara tangan kita saling menggenggam dan mencoba untuk melawan semuanya: kita pasti bisa melewati ini.

Katamu, segala sesuatu yang akan dilewati terasa berat. Kemudian aku menjawab ‘semua adalah proses hidup yang harus kita sebrangi’. Tidaklah heran jika kamu selalu meminta pendapatku terlebih dahulu sekedar bertanya ‘menurutmu apakah aku cocok dengan gaun ini?’. Aku yang tak pandai memilih model gaun seperti apa menjadi pura-pura bijak mengatakan ‘kamu terlihat seperti wanita yang tidak biasanya’. Dahimu mengkerut. Aku tahu Read Continue…

Kalau Kamu Butuh (?)

flower_by_umutakar

Dengar, jangan lakukan apa-apa dan jangan katakan apa-apa. Cukup baca dan pahami saja. Kamu tidak perlu membalasnya dan tidak perlu juga memikirkan tulisan ini yang baru aku buat tanpa kopi yang biasanya menemaniku menulis ini.

Kalau kamu butuh teman untuk bercerita, kamu punya emailku, punya sosial mediaku untuk membaginya. Aku pasti akan membalasnya secepat aku bisa. Akan kubaca semua ceritamu dengan seksama.

Kalau kamu butuh bahuku, selama memungkinkan aku juga bisa mengusahakan untuk kesana. Bahuku untukmu kapan saja. Untuk bersandar ketika kamu mulai lelah dengan dunia, atau untuk sekedar menyandarkan bahagia agar tidak berlebihan dalam menanggapinya. Mungkin tidak seberapa, tapi kadang hanya itu yang aku punya untuk bisa melihatmu kembali tertawa seperti biasanya.

Kalau kamu butuh nasehat, aku juga disini, selalu disini. Aku disini hanya untuk sementara, ketika kamu membutuhkan, bukan untuk menetap selamanya. Karna aku Read Continue…

Menghabiskan Senja

sunset_by_onlyphoto

Perbincangan apa yang cocok untuk sepasang manusia yang menghabiskan waktunya pada sore hari. Memang tak banyak. Hanya menunggu senja hilang terkikis malam. Seandainya itu menjadi sebuah rutinitas—barangkali membosankan.

Kau terbiasa menghabiskan senja dengan menungguku di depan tempat tinggalmu yang hampir kau sebut itu rumah sendiri. Tak banyak yang kamu lakukan. Hanya memandangi dedaunan serta bunga-bunga penuh warna yang ada di pekarangan depan rumahmu. Sebab, bagimu hidup adalah seperti pelangi yang memiliki kombinasi warna—tak heran jika bunga di depan rumahmu beragam warna. Entah darimana kau suka pelangi yang terkadang ia selalu memberi ketidakpastian setelah turun hujan sepaket dengan angin kencang yang barangkali marah pada bumi. Tentu saja aku hanya bisa berharap apa-apa yang menjadi harapanmu semua terlaksana atas izin-Nya

Continue Reading…

Tentang Kamu

dream-catcher-feathers-dream-wallpaper-1680x1050Tentang dirimu…

Terkadang menyukai seseorang itu sangatlah mudah, bahkan dengan hitungan detik pun kita bisa menyukai seribu wanita sekaligus hanya dengan melihat wajahnya. Entah, itu asli atau hasil dari manipulasi.

Tapi, bukan ini yang aku maksud.

Beda halnya denganmu, wajah sederhana yang mempunyai banyak makna ketika aku berada di dekatmu pelan-pelan semuanya menjadi berwarna. Bagaimanapun caramu merubah itu semua aku tak peduli, yang pasti jika semua berhubungan tentangmu—aku menjadi orang paling bangga di dunia ini. Kadang aku sempat bingung, bagaimana bisa kamu menarik perhatianku waktu itu, atau karna kamu sudah paham betul bagaimana mengubah pola perilaku seseorang. Selingan materi yang sering kita dapatkan di bangku kuliah oleh dosen muda kita. Ah, aku belum sejauh itu memahaminya.

Banyak kejadian tanpa rencana yang sering kita lakukan bersama. Atau barangkali sudah termasuk rencana Tuhan dalam skenario-Nya.